.post-thumbnail{float:left;margin-right:20px}

Selasa, 27 September 2016

LITERASI IT MELALUI DOGMIT INDONESIA

Kegiatan literasi selama ini dikenal dengan membaca dan menulis, namun deklarasi Praha (2003) menyebutkan bahwa literasi juga mencakup cara seseorang berkomunikasi dalam masyarakat. Literasi juga bermakna praktik dan hubungan sosial yang terkait dengan pengetahuan, bahasa dan budaya (Unesco, 2003). Deklarasi UNESCO itu juga menyebutkan bahwa literasi informasi terkait pula dengan kemampuan untuk mengidentifikasi, menentukan, menemukan, mengevaluasi, menciptakan secara efektif dan terorganisasi, menggunakan dan mengomunikasikan informasi untuk mengatasi berbagai persoalan. Kemampuan-kemampuan itu perlu dimiliki tiap individu sebagai syarat untuk berpartisipasi dalam masyarakat informasi dan itu merupakan bagian dari hak dasar manusia menyangkut pembelajaran sepanjang hayat. 

Menurut Direktorat PSMP (2016) literasi adalah kemampuan mengakses, memahami dan menggunakan informasi secara cerdas. Dengan gerakan literasi ini diharapkan kita memperoleh informasi yang seluas-luasnya dan menjadi seorang pembelajar sejati. Salah satu komponen literasi adalah literasi media dan literasi teknologi, yaitu kemampuan mengetahui berbagai bentuk media dan etika dalam memanfaatkan teknologi. Kemampuan memahami teknologi untuk mencetak, mempresentasikan, dan mengakses internet. Kementerian dan Pendidikan dan Kebudayaan saat ini sedang giat-giatnya mengembangkan gerakan literasi sekolah (GLS). GLS adalah upaya menyeluruh yang melibatkan seluruh warga sekolah sebagai bagian dari ekosistem sekolah. GLS memperkuat gerakan penumbuhan budi pekerti sebagaimana dituangkan dalam peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 tahun 2015. Salah satu kegiatan di dalam gerakan tersebut adalah kegiatan membaca buku fiksi selama 15 menit sebelum pelajaran dimulai. 

Pembiasaan ini diharapkan lambat laun akan membudaya di kalangan peserta didik, seperti halnya di negara-negara yang telah maju pendidikannya. Jauh sebelum program ini diluncurkan pemerintah, DOGMIT telah lama memulai berperan aktif meningkatkan literasi guru-guru terhadap IT. Dogmit yang dikelola Pak Sukani ini telah menghasilkan ratusan guru yang melek IT. Berbagai testimoni mengungkapkan kepuasan dan manfaatnya mengikuti diklat online ini. Hal ini disebabkan karena diklat ini dikelola sangat fleksibel, dapat diakses, diikuti kapan, dimana, dan oleh siapa saja. Faktor lain yang membuat diklat ini digemari guru-guru Indonesia karena panduan cetaknya lengkap dan video tutorialnya yang memuat detail langkah-langkah kegiatan juga sangat jelas. Kalaupun ada yang menemuai kesulitan, peserta dapat saling membantu di forum diskusi. 
Jadi, kawan-kawan guru Indonesia tunggu apalagi, segera bergabung dengan Diklat Online Guru Melek IT (DOGMIT) Indonesia. 

Contoh Bahan Presentasi Hasil DOGMIT, angkatan 12
https://drive.google.com/open?id=0B1u1n1PyYi51anNtaEFybXRQUDQ 
 
Info selengkapnya kunjungi di alamat www.gurumelekit.com atau www.trainergurumelekit.wordpress.com atau hub. Pak Sukani 085695685815. 
Bersama dogmit pasti bisa, lets growing together.... 
Salam sukses,.
Kegaiatan literasi selama ini dikenal dengan membaca dan menulis, namun deklarasi Praha (2003) menyebutkan bahwa literasi juga mencakup cara seseorang berkomunikasi dalam masyarakat. Literasi juga bermakna praktik dan hubungan sosial yang terkait dengan pengetahuan, bahasa dan budaya (Unesco, 2003). Deklarasi UNESCO itu juga menyebutkan bahwaliterasi informasi terkait pula dengan kemampuan untuk mengidentifikasi,menentukan, menemukan, mengevaluasi, menciptakan secara efektif dan terorganisasi, menggunakan dan mengomunikasikan informasi untuk mengatasi berbagai persoalan. Kemampuan-kemampuan itu perlu dimiliki tiap individu sebagai syarat untuk berpartisipasi dalam masyarakat informasi dan itu merupakan bagian dari hak dasar manusia menyangkut pembelajaran sepanjang hayat. Menurut Direktorat PSMP (2016) literasi adalah kemampuan mengakses, memahami dan menggunakan informasi secara cerdas. Dengan gerakan literasi ini diharapkan kita memperoleh informasi yang seluas-luasnya dan menjadi seorang pembelajar sejati. Salah satu komponen literasi adalah literasi media dan literasi teknologi, yaitu kemampuan mengetahui berbagai bentuk media dan etika dalam memanfaatkan teknologi. Kemampuan memahami teknologi untuk mencetak, mempresentasikan, dan mengakses internet. Kementerian dan Pendidikan dan Kebudayaan saat ini sedang giat-giatnya mengembangkan gerakan literasi sekolah (GLS). GLS adalah upaya menyeluruh yang melibatkan seluruh warga sekolah sebagai bagian dari ekosistem sekolah. GLS memperkuat gerakan penumbuhan budi pekerti sebagaimana dituangkan dalam peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 tahun 2015. Salah satu kegiatan di dalam gerakan tersebut adalah kegiatan membaca buku fiksi selama 15 menit sebelum pelajaran dimulai. Pembiasaan ini diharapkan lambat laun akan membudaya di kalangan peserta didik, seperti halnya di negara-negara yang telah maju pendidikannya. Jauh sebelum program ini diluncurkan pemerintah, DOGMIT telah lama memulai berperan aktif meningkatkan literasi guru-guru terhadap IT. Dogmit yang dikelola Pak Sukani ini telah menghasilkan ratusan guru yang melek IT. Berbagai testimoni mengungkapkan kepuasan dan manfaatnya mengikuti diklat online ini. Hal ini disebabkan karena diklat ini dikelola sangat fleksibel, dapat diakses, diikuti kapan, dimana, dan oleh siapa saja. Faktor lain yang membuat diklat ini digemari guru-guru Indonesia karena panduan cetaknya lengkap dan video tutorialnya yang memuat detail langkah-langkah kegiatan juga sangat jelas. Kalaupun ada yang menemuai kesulitan, peserta dapat saling membantu di forum diskusi. Jadi, kawan-kawan guru Indonesia tunggu apalagi, segera bergabung dengan Diklat Online Guru Melek IT (DOGMIT) Indonesia. Info selengkapnya kunjungi di alamat www.gurumelekit.com atau www.trainergurumelekit.wordpress.com atau hub. Pak Sukani 085695685815. Bersama dogmit pasti bisa, lets growing together.... Salam sukses,

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/abdul_salam/mencetak-guru-literat-it-melalui-dogmit-indonesia_57e13c10c923bd15160b331e
Kegaiatan literasi selama ini dikenal dengan membaca dan menulis, namun deklarasi Praha (2003) menyebutkan bahwa literasi juga mencakup cara seseorang berkomunikasi dalam masyarakat. Literasi juga bermakna praktik dan hubungan sosial yang terkait dengan pengetahuan, bahasa dan budaya (Unesco, 2003). Deklarasi UNESCO itu juga menyebutkan bahwaliterasi informasi terkait pula dengan kemampuan untuk mengidentifikasi,menentukan, menemukan, mengevaluasi, menciptakan secara efektif dan terorganisasi, menggunakan dan mengomunikasikan informasi untuk mengatasi berbagai persoalan. Kemampuan-kemampuan itu perlu dimiliki tiap individu sebagai syarat untuk berpartisipasi dalam masyarakat informasi dan itu merupakan bagian dari hak dasar manusia menyangkut pembelajaran sepanjang hayat. Menurut Direktorat PSMP (2016) literasi adalah kemampuan mengakses, memahami dan menggunakan informasi secara cerdas. Dengan gerakan literasi ini diharapkan kita memperoleh informasi yang seluas-luasnya dan menjadi seorang pembelajar sejati. Salah satu komponen literasi adalah literasi media dan literasi teknologi, yaitu kemampuan mengetahui berbagai bentuk media dan etika dalam memanfaatkan teknologi. Kemampuan memahami teknologi untuk mencetak, mempresentasikan, dan mengakses internet. Kementerian dan Pendidikan dan Kebudayaan saat ini sedang giat-giatnya mengembangkan gerakan literasi sekolah (GLS). GLS adalah upaya menyeluruh yang melibatkan seluruh warga sekolah sebagai bagian dari ekosistem sekolah. GLS memperkuat gerakan penumbuhan budi pekerti sebagaimana dituangkan dalam peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 tahun 2015. Salah satu kegiatan di dalam gerakan tersebut adalah kegiatan membaca buku fiksi selama 15 menit sebelum pelajaran dimulai. Pembiasaan ini diharapkan lambat laun akan membudaya di kalangan peserta didik, seperti halnya di negara-negara yang telah maju pendidikannya. Jauh sebelum program ini diluncurkan pemerintah, DOGMIT telah lama memulai berperan aktif meningkatkan literasi guru-guru terhadap IT. Dogmit yang dikelola Pak Sukani ini telah menghasilkan ratusan guru yang melek IT. Berbagai testimoni mengungkapkan kepuasan dan manfaatnya mengikuti diklat online ini. Hal ini disebabkan karena diklat ini dikelola sangat fleksibel, dapat diakses, diikuti kapan, dimana, dan oleh siapa saja. Faktor lain yang membuat diklat ini digemari guru-guru Indonesia karena panduan cetaknya lengkap dan video tutorialnya yang memuat detail langkah-langkah kegiatan juga sangat jelas. Kalaupun ada yang menemuai kesulitan, peserta dapat saling membantu di forum diskusi. Jadi, kawan-kawan guru Indonesia tunggu apalagi, segera bergabung dengan Diklat Online Guru Melek IT (DOGMIT) Indonesia. Info selengkapnya kunjungi di alamat www.gurumelekit.com atau www.trainergurumelekit.wordpress.com atau hub. Pak Sukani 085695685815. Bersama dogmit pasti bisa, lets growing together.... Salam sukses,

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/abdul_salam/mencetak-guru-literat-it-melalui-dogmit-indonesia_57e13c10c923bd15160b331e

Senin, 05 September 2016

Penilaian Pada Kurikulum 2013 Hasil Revisi

Salam Sukses,

Dinamika perkembangan kurikulum 2013 telah mengalami perbaikan yang cukup signifikan pada tahun 2016. Substansi perbaikan dijumpai pada :
  1. Koherensi KI - KD dan penyelarasan dokumen
  2. Penataan Kompetensi Sikap pada semua mata pelajaran
  3. Penataan Kompetensi yang tdak dibatasi oleh pemenggalan taksonomi berpikir (berpikir tingkat tinggi sejak di SD)
  4. Pemberian ruang kreatif kepada guru dalam mengimplementasikan kurikulum

Pada mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti (PABP) dan PPKn pembelajaran sikap spiritual dan sosial dilaksanakan melalui pembelajaran langsung dan tidak langsung. Sedangkan pada mata pelajaran lainnya, hanya dilaksanakan melalui pembelajaran tidak langsung.
Inti pembelajaran Kurikulum 2013 adalah Pembelajaran yang Berpusat pada Peserta Didik dengan Saintifik bukan pendekatan satu-satunya yang mesti digunakan. Perolehan pengetahuan bukan diberitahu tetapi difasilitasi untuk mencari tahu atau membangun sendiri pengetahuannya (inquiry) melalui interaksi sesama Peserta Didik, dengan guru dan dengan lingkungannya.
Guru mata pelajaran selain  PABP) dan PPKn menilai sikap menggunakan Jurnal Perkembangan Sikap Peserta Didik. Sedangkan penilaian ranah pengetahuan dan keterampilan masih menggunakan berbagai teknik yang pernah dikenal pada dokumen kurikulum 2013 sebelumnya.

Walaupun penilaian pada kurikulum 2013 telah disederhanakan, tetapi guru harus tetap berkreasi dan memanfaat IT dalam mengolah hasil penilaian. Oleh karena itu, dapat ditemukan beberapa aplikasi penilaian di media online/internet. Tentu saja para pengguna harus selektif dalam memilih aplikasi yang sesuai dengan petunjuk terbaru dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pada saat tulisan ini dipublish, Permendikbud No. 23 Tahun 2016 telah terbit tetapi lampiran dan juknis pelaksanaannya belum ada dan masih dikaji di tingkat dirjen, sehingganjuknis penilaian yang berlaku adalah juknis yang dikembangkan berdasarkan Permendikbud No. 53 Tahun 2015.

Berikut Link download Apliaksi Penilaian Kurikulum 2013 dan Aplikasi Rapor versi 2016 :
1. Apliaksi Penilaian Kurikulum 2013
    https://drive.google.com/file/d/0B1u1n1PyYi51bThGWUpUR1VkZTA/view?usp=sharing
 
2. Aplikasi Rapor Kurikulum 2013
     https://drive.google.com/file/d/0B1u1n1PyYi51bThGWUpUR1VkZTA/view?usp=sharing

Semoga dapat bermanfaat,