.post-thumbnail{float:left;margin-right:20px}

Senin, 28 Desember 2015

Motivasi Mengikuti Diklat Online Guru Melek IT (DOGMIT) Angkatan 30

Oleh : Abdul Salam



Perkembangan zaman yang sangat pesat menuntut sumber daya manusia memiliki sejumlah kompetensi masa depan untuk dapat bersaing di era global. Indonesia memiliki target untuk mencetak generasi emas pada tahun 2045, sebuah generasi yang kreatif, inovatif, produktif, mampu berpikir orde tinggi, berkarakter, serta cinta dan bangga menjadi bangsa Indonesia. Kualitas pendidikan merupakan salah satu penentu terciptanya generasi emas 2045. Untuk itu pembelajaran menuntut peserta didik mampu bersaing pada abad baru, sehingga diperlukan lebih banyak belajar dan belajar dengan cara yang berbeda, dari teknik, metode, sarana, dan teknologi informasi.
Pembelajaran demikian diyakini akan berhasil memberikan kontribusi positif untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif, aktif, inovatif, efektif dan menyenangkan (PAIKEM). Keberhasilan seorang guru dalam pembelajaran sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) guru. Oleh karena itu kualitas SDM guru atau lebih dikenal dengan kompetensi guru perlu mendapatkan perhatian yang serius baik pemerintah lebih-lebih oleh guru sendiri. Salah satu niat baik pemerintah atau negara untuk peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru adalah pemberian tunjangan sertifikasi. Walaupun demikian, banyak kalangan menilai bahwa tunjangan sertifikasi guru belum berpengaruh positif terhadap peningkatan kompetensi guru itu sendiri. Padahal diyakini bahwa SDM guru yang berkualitas atau kompetensi guru yang tinggilah yang dapat mencetak generasi yang mampu bersaing secara global.
Di tengah carut marutnya kondisi negara dan degradasi moral sebagian penyelenggara negara, masih banyak kalangan yang memiliki nurani dan kepedulian terhadap nasib masa depan bangsa ini. Salah satu di antaranya adalah pengelola Diklat Online Guru Melek IT (DOGMIT), pak Sukani. Beliau sangat konsen dalam peningkatan kompetensi guru di bidang IT. Walaupun baru mengenal program yang dikelola ini tetapi saya sangat beruntung dapat menjadi salah satu pesertanya. Ternyata pelaksanaan program semacam ini sangat membantu para guru meningkatkan kompetensinya di segala bidang karena dapat mengatasi keterbatasan waktu, kesempatan, ruang, biaya dan keterbatasan tenaga ahli. Setelah mencermati materi diklat saya yakin sebagian besar guru sangat memerlukannya termasuk saya.  Saya membayangkan sedang mengajar dan dikelilingi oleh peserta didik yang antusias dan bersemangat karena menggunakan IT yang berkualitas.
Atas dasar itu dapat dinyatakan bahwa guru masa depan adalah guru yang tidak pernah berhenti untuk belajar. Guru masa depan adalah guru senantiasa dirindukan oleh muridnya karena kompetensi (pedagogik, kepribadian sosial dan profesional) yang dimilikinya mampu menginspirasi. Pantaslah pak Anies Baswedan berkata “Guru mulya karena karyanya”
Sukses guru Indonesia.

Jumat, 18 Desember 2015

PKB Karya Inovatif Pengembangan Alat Peraga Pembelajaran

Assalamu Alaikum,

Halo Guru Indonesia...

Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan.
Berkaitan dengan hal itu, P4TK IPA memfasilitasi guru-guru di Indonesia dalam menambah wawasan dalam menginovasi pembelajaran. Tugas dan fungsi P4TK IPA adalah mengembangkan dan memberdayakan pendidik dan tenaga kependidikan melalui berbagai diklat fungsional. Berkenaan dengan tupoksi itu, P4TK IPA mengundang guru-guru IPA, Fisika, kimia dan biologi se Indonesia Timur mengikuti Diklat Pengembangan Alat Peraga Angkatan ke-IV. Diklat berlangsung pada tanggal 22 s/d 27 Oktober 2015 dengan durasi 55 jam. Seluruh peserta berasal dari guru-guru yang pernah mengikuti UKG tahun 2012 dengan nilai berkisar antara 60 s/d 80.


Oleh Kemendikbud, P4TK diserahi tugas melaksanakan diklat-diklat fungsional, sedangkan LPMP dan Dinas Pendidikan di daerah bertugas mendampingi pelaksanaan 8 standar nasional pendidikan, kata Pak Iwan saat mewakili kepala P4TK IPA membuka acara diklat. Lanjutnya, dalam waktu dekat sekitar bukan November akan ada UKG lagi yang tujuan utamanya memetakan kompetensi guru di seluruh Indonesia. Dalam kesempatan yang sama, beliau menampilkan hasil UKG tiga tahun lalu yang memperlihatkan kondisi kompetensi guru yang sangat memprihatinkan, yaitu rata-rata 43 dengan nilai individu tertinggi 91.
Diklat kali ini berhasil mengembangkan berbagai macam alat peraga, mulai dari yang paling sederhana sampai kompeleks.